Passing Argumen di PHP

PHP merupakan bahasa pemrograman yang cukup mudah dan cukup menyenangkan untuk dipelajari. Anda bisa membangun aplikasi berbasis web dengan cepat dan mudah. Sejak pertama kali diperkenalkan, bahasa ini dimaksudkan untuk menghasilkan halaman-halaman web yang dinamis. Hingga saat ini, PHP banyak sekali digunakan dalam membuat aplikasi
web—baik lokal maupun Internet—dinamis dan atraktif.
PHP sendiri dibuat oleh Rasmus Lerdorf, PHP bersifat open source dan telah digunakan oleh hampir seluruh web developer di seluruh dunia, situs resmi php bisa dikunjungi di www.php.net. Karena sifatnya yang open source dan semakin banyaknya user membuat bahasa pemprogaman ini mengalami perkembangan yang sangat cepat.

PASSING BY VALUE
Argumen fungsi yang dilewatkan secara pass by value (default dalam php) berarti membuat copy dari argumen yang asli sehingga argumen asli tersebut tidak ikut berubah dengan adanya proses pada fungsi terhadap argumen tersebut.

Ketika pass-by-values terjadi, method membuat sebuah salinan dari nilai variable yang dikirimkan ke method. Walaupun demikian, method tidak dapat secara langsung memodifikasi nilai variabel pengirimnya meskipun parameter salinannya sudah dimodifikasi nilainya di dalam method.

<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" xml:lang="en" lang="en">
<head>
<title>Fungsi Pass By Value</title>
</head>
<body>
<p>Hasil Pengolahan Fungsi Pass By Value</p>
<?php
function jumlah($nilai) {
$nilai++;
}
$input=30;
jumlah($input);
echo $input;
?>
</body>
</html>


Simpan kode di atas dengan nama passbyval.php
Keterangan:
Pada fungsi jumlah($input); jumlah dipanggil, fungsi tersebut akan memasukkan nilai dari variabel $input kedalam argumennya, jadi disini argumen fungsi jumlah adalah 30. Selanjutnya PHP meng-copy nilai asli tersebut, kemudian hasil copy-nya digunakan untuk proses manipulasi fungsi, sedangkan nilai yang asli dibiarkan tidak berubah. Proses manipulasinya yaitu:
$value++;
$value = $value + 1
$value = 30 + 1
$value = 31

Untuk output,
echo $input;

Passing by value tidak merubah nilai variabel aslinya jika nilai argumen dalam fungsi berubah. Jadi outputnya adalah 30.



PASSING BY REFERENCE
Argumen fungsi yang dilewatkan secara pass by reference berarti membawa argumen asli ke dalam fungsi sehingga argumen asli tersebut akan ikut berubah dengan adanya proses pada fungsi terhadap argumen tersebut.
Untuk mengubah jadi passing by reference, kita hanya cukup menambahkan operator & pada argumennya.

Contoh kode passing by reference:

<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" xml:lang="en" lang="en">
<head>
<title>Fungsi Pass By Reference</title>
</head>
<body>
<p>Hasil Pengolahan Fungsi Pass By Reference</p>
function jumlah(&$nilai)
$nilai++;
}
$input=30;
jumlah($input);
echo $input;
?>
</body>
</html>


Simpan kode di atas dengan nama passbyref.php
Pada passing by reference, nilai yang diakses & dimanipulasi adalah nilai aslinya, dengan begitu hasil manipulasi fungsilah yang gunakan sebagai outputnya, yaitu 31.

Baca selengkapnya...

Simple Calculator in JavaScript

In this article I am giving a simple example to create the calculator in JavaScript. This calculator will only have the division, multiplication, addition, and subtraction operators

Example:


save as calculator.html

Output: Output of the above script is as follows:



Baca selengkapnya...

Creating Attractive Web using CSS and HTML

After we have made a web with CSS and HTML tags , now we will create an attractive web page using css file, such as the following example:


First, create the css file and save as my_style.css


Then create the html code and save as web_design.html


Baca selengkapnya...

Hakikat Pendidikan

Pendidikan dalam bahasa Yunani berasal dari kata padegogik yaitu ilmu menuntun anak. Orang Romawi melihat pendidikan sebagai educare, yaitu mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia. Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai Erziehung yang setara dengan educare, yakni : membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan atau potensi anak. Dalam bahasa Jawa, pendidikan berarti panggulawentah (pengolahan - Red), mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik), yaitu : memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian : proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.



Dari pengertian tersebut bahwa pendidikan merupakan upaya yang terorganisir memiliki makna bahwa pendidikan tersebut dilakukan oleh usaha sadar manusia dengan dasar dan tujuan yang jelas, ada tahapannya dan ada komitmen bersama didalam proses pendidikan itu. Berencana mengandung arti bahwa pendidikan itu direncanakan sebelumnya, dengan suatu proses perhitungan yang matang dan berbagai sistem pendukung yang disiapkan. Berlangsung kontinyu artinya pendidikan itu terus menerus sepanjang hayat, selama manusia hidup proses pendidikan itu akan tetap dibutuhkan, kecuali apabila manusia sudah mati, tidak memerlukan lagi suatu proses pendidikan.

Selanjutnya diuraikan bahwa dalam upaya membina tadi digunakan asas/pendekatan manusiawi/humanistik serta meliputi keseluruhan aspek/potensi anak didik serta utuh dan bulat (aspek fisik–non fisik : emosi–intelektual ; kognitif–afektif psikomotor), sedangkan pendekatan humanistik adalah pendekatan dimana anak didik dihargai sebagai insan manusia yang potensial, (mempunyai kemampuan kelebihan – kekurangannya dll), diperlukan dengan penuh kasih sayang – hangat – kekeluargaan – terbuka – objektif dan penuh kejujuran serta dalam suasana kebebasan tanpa ada tekanan/paksaan apapun juga.

Dalam pendidikan terdapat dua hal penting yaitu aspek kognitif (berpikir) dan aspek afektif (merasa). Sebagai ilustrasi, saat kita mempelajari sesuatu maka di dalamnya tidak saja proses berpikir yang ambil bagian tapi juga ada unsur-unsur yang berkaitan dengan perasaan seperti semangat, suka dan lain-lain. Substansi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah membebaskan manusia dan menurut Drikarya adalah memanusiakan manusia. Ini menunjukan bahwa para pakar pun menilai bahwa pendidikan tidak hanya sekedar memperhatikan aspek kognitif saja tapi cakupannya harus lebih luas.
Baca selengkapnya...

Creating the Web Layout Design using CSS and HTML

Cascading style sheets (CSS) is a set of rules stating how the styles applied to HTML tags in the document. The recommendation outlines three types of CSS style:
Embedded: style properties placed in one block in the HTML document.
Inline style properties applied directly on each line or each HTML element.
Linked: style properties placed in berekstensi css file and linked to the HTML document.

In addition to reviewing the use of CSS, this section also emphasizes on creating designs using division. However, to produce design good web pages, using tables is not recommended and instead is to use division.

Now we will try to create an web layout design using CSS and HTML.

1. At the first time, create the css file. Type this code:



2. Save that file as my_style.css
3. And then create the HTML file. Type this code:


4. Save that file as layout.html
5. And your layout should be like this:


Baca selengkapnya...

Pendidikan Wirausaha Mandiri Dini

Wacana tentang memberikan pendidikan wirausaha mandiri sejak usia dini sudah lama didengungkan. Saat ini para orang tua semakin menyadari perlunya suatu usaha untuk menanamkan jiwa wirausaha pada anak-anaknya. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya peminat Kidzania, yang merupakan tempat bermain dan belajar bagi anak dalam format permainan tentang pekerjaan orang dewasa. Anak dapat merasakan secara langsung beragam jenis pekerjaan dan ternyata ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi mereka di tempat seperti ini.

Menurut Ir. H. Arsyad Ahmad, M.Pd (Pendidikan Anak Dini Usia: Panduan Praktis Bagi Ibu Dan Calon Ibu), langkah terkini di bidang pendidikan yang dapat diterapkan dalam mempersiapkan generasi memiliki daya saing yang tinggi dalam era globalisasi adalah pendidikan berorientasi kewirausahaan dan kecakapan hidup (life skill).

Pendidikan kewirausahaan sangat penting diterapkan sejak dini. Masih menurut Ir. H. Arsyad Ahmad, M.Pd , bahwa yang harus diserap itu adalah jiwa kewirausahaannya.
Pendidikan kewirausahaan itu sendiri adalah pendidikan yang mengarah pada kepribadian wirausahawan yang berlandaskan iman dan takwa. Nilai-nilai yang dibangun diantaranya kejujuran, kreativitas, keberanian, keuletan, kerja keras, dorongan untuk berprestasi tinggi, disiplin, kemandirian, dan orientasi masa depan.

Nilai-nilai ini dapat diterapkan kepada anak dalam bentuk pembiasaan dan pengalaman langsung. Tentu saja tak perlu terlalu berharap kepada taman-taman bermain seperti Kidzania saja. Jelas ini akan membutuhkan waktu khusus dan biaya yang tidak sedikit. Apalagi bagi mereka yang tinggal di daerah luar Jakarta.
Dengan sedikit kreativitas, pembelajaran di PAUD bisa diisi dengan permainan yang mengasah jiwa wirausaha dan life skill mereka. Tentunya dukungan dari semua pihak terutama sekolah dan orang tua sangat mempengaruhi kegiatan ini.

Orang tua juga harus memiliki kesadaran untuk tidak selalu memberikan fasilitas-fasilitas instan kepada anak karena dapat membuat mereka terbiasa memanfaatkan kemampuan orang tuanya.
Beberapa TK sudah melakukan kegiatan wirausaha mandiri ini dengan menyediakan fasilitas yang mendukungnya. Misalnya, seperti yang TK Tunas Krida Nusantara laksanakan. TK ini menyediakan waktu khusus bagi anak untuk memilih sendiri kegiatan atau pekerjaan yang sudah direncanakan sebelumnya. Sebagai contoh, bebas memilih untuk bermain sebagai koki, pelayan restoran, kasir, pedagang, salon, dan dokter. Setiap anak memiliki tugas sendiri dalam permainan yang dipilihnya.

Sayangnya, kegiatan seperti ini biasanya hanya dilaksanakan oleh TK-TK yang terhitung besar dan mapan. Pada satuan PAUD yang bermodal "kecil", kegiatan seperti ini cenderung langka dan barang mewah.

Dengan anggapan seperti ini, kegiatan melatih kemampuan kognitif lebih ditonjolkan. Padahal tak ada yang tak mungkin jika ada kemauan dari semua pihak untuk mewujudkan kegiatan yang menyenangkan dan memberi manfaat bagi perkembangan jiwa anak.



Baca selengkapnya...